Mengevaluasi Rekam Jejak Pembangunan: Inventarisasi Aset Tiyuh Mekar Asri Periode Tahun 2023–2025
TULANG BAWANG BARAT – Tata kelola pemerintahan desa yang berkelanjutan menuntut adanya kesinambungan catatan aset dari tahun ke tahun. Menyusul kesuksesan pembenahan data pada tahun anggaran berjalan, Pemerintah Tiyuh Mekar Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), merilis laporan rekapitulasi Inventarisasi Aset dan Kekayaan Tiyuh Periode Tahun 2023 hingga 2025.
Langkah evaluasi mundur ini diambil sebagai bagian dari penguatan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Tubaba. Melalui audit pendataan ini, Tiyuh Mekar Asri menyisir kembali seluruh kekayaan desa yang dibeli atau dibangun menggunakan Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Tiyuh (ADT) guna memastikan akuntabilitas publik sebelum melangkah ke program pembangunan jangka panjang.
1. Kilas Balik Perkembangan Aset Tiyuh (2023–2025)
Proses inventarisasi komprehensif yang melibatkan para Kepala Suku (Suku 01 s/d Suku 04) dan para Ketua RT (RT 001 s/d RT 020) berhasil memetakan dinamika kepemilikan aset tiyuh dalam tiga tahun terakhir:
- Tahun 2023 (Fokus Pemulihan Ekonomi & Sarpras Dasar): Pencatatan aset didominasi oleh inventarisasi pengadaan alat ketahanan pangan, bibit tanaman hortikultura, sarana posyandu, serta inventarisasi laptop/komputer untuk mendukung rintisan Sistem Informasi Desa (SID) digital.
- Tahun 2024 (Fokus Pembangunan Fisik Kewilayahan): Inventarisasi mencakup penambahan aset infrastruktur seperti jalan usaha tani, gorong-gorong, serta pemeliharaan berkala gedung fasilitas umum.
- Tahun 2025 (Fokus Validasi & Sinkronisasi Makro): Mengikuti tren digitalisasi nasional, inventarisasi 2025 menjadi tonggak penting di mana seluruh data aset fisik mulai disinkronkan dengan data aplikasi e-Siskeudes dan Profil Desa. Pembina BPS Tubaba mengawal ketat validasi ini agar tidak ada barang yang luput dari pembukuan resmi.
2. Menambal Celah Kesalahan Pencatatan Masa Lalu
Proses penelusuran aset periode 2023–2025 ini sekaligus berfungsi sebagai ajang pembenahan administrasi (cleansing data). Berkaca pada evaluasi teknis, tim penata usaha Tiyuh Mekar Asri menemukan beberapa kendala klasik yang terjadi pada rentang tahun tersebut, di antaranya:
- Adanya barang habis pakai yang sempat tercatat sebagai aset tetap.
- Mutasi atau perpindahan barang antar-ruangan kantor yang belum terdokumentasi dengan baik.
- Batas wilayah administrasi tanah kas desa di tingkat Suku yang dokumennya perlu dipertegas kembali.
Melalui metode verifikasi fisik secara langsung (opname fisik) di lapangan, tim jajaran Aparatur Tiyuh bersama Agen DESCAN berhasil memperbaiki catatan tersebut. Setiap barang kini telah diberi nomor kode aset resmi, tahun perolehan yang jelas, serta status kondisi terkini (Baik, Rusak Ringan, atau Rusak Berat).
3. Dampak Inventarisasi Terhadap Rencana Anggaran
Rekam jejak data inventarisasi 2023–2025 ini terbukti memberikan dampak positif langsung pada efisiensi anggaran belanja tiyuh. Sebagai contoh, dari hasil laporan penataan aset tahun 2025 diketahui bahwa Gedung Balai Tiyuh dan sarana Gedung Posyandu mengalami penurunan fungsi (rusak ringan).
Data riil inilah yang melandasi urgensi pengalokasian dana pemeliharaan secara tepat sasaran pada APBTiyuh, seperti program rehabilitasi fisik kantor dan posyandu agar pelayanan dasar warga tetap berjalan prima dengan fasilitas yang layak.
4. Penguatan Kelembagaan dan Pendapatan Tiyuh
Plt. Kepalo Tiyuh Mekar Asri, Prambumi Restu Aji, SE., menjelaskan bahwa laporan tertib inventarisasi tiga tahun ke belakang ini merupakan syarat mutlak bagi peningkatan status desa. Selain itu, dengan status hukum yang jelas atas aset-aset produktif yang dibeli sepanjang 2023–2025, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mekar Asri dapat mengelola aset tersebut secara legal dan profesional guna mendongkrak Pendapatan Asli Tiyuh (PAD).
Kesimpulan: Inventarisasi Tiyuh Mekar Asri periode 2023–2025 menegaskan komitmen wilayah ini untuk tidak melupakan rekam jejak pembangunan masa lalu. Dengan data aset yang bersih, tertata, dan terdokumentasi secara digital, Tiyuh Mekar Asri mengukuhkan diri sebagai desa yang transparan, akuntabel, dan siap menyongsong tata kelola pemerintahan yang mandiri.